Lingkungan

Pengertian Lingkungan Hidup

 

Definisi Lingkungan Hidup

Seorang ilmuwan abad XX yaitu Einstain mengemukakan bahwa lingkungan (environment) adalah semua hal di sekitar kita kecuali diri kita sendiri.

Lingkungan yang dimaksud adalah suatu lingkungan dari perspektif ekologi yang berarti semua isi alam dunia ini, dimana manusia bisa menjalani kehidupannya. Konsep ini lebih mengedepankan manusia sebagai unsur utama di dalam lingkungan.

Menurut UU PPLH

Menurut UU No. 32/2009 (UU PPLH) Bab I tentang Ketentuan Umum, Pasal 1 angka 1 adalah Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan  semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang  mempengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan  perikehidupan, dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain.

Secara etimologi/harfiah lingkungan berarti keadaan sekitar atau kondisi sekitar. Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh diatas tanah maupun didalam lautan, dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut.

Lingkungan hidup dapat didefinisikan sebagai:

  1. Daerah di mana sesuatu mahluk hidup berada.
  2. Keadaan/kondisi yang melingkupi suatu makhluk hidup.
  3. Keseluruhan keadaan yang meliputi suatu makhluk hidup atau sekumpulan makhluk hidup, terutama:
    1. Kombinasi dari berbagai kondisi fisik di luar makhluk hidup yang mempengaruhi pertumbuhan, perkembangan dan kemampuan makhluk hidup untuk bertahan hidup.
    2. Gabungan dari kondisi sosial dan budaya yang berpengaruh pada keadaan suatu individu makhluk hidup atau suatu perkumpulan/ komunitas makhluk hidup.

3 unsur dasar lingkungan hidup :

  • wadah (the contour);
  • isi (the content);
  • tata laku (the conduct).

Antara ketiganya selalu dalam satu perwujudan dan perikehidupan yang serba terhubung yang laras, berimbang, lengkap, dan bulat. Perubahan salah satu unsur dasar tersebut, maka akan timbul kelainan yang dapat menjadi gangguan, dan mungkin menjadi ancaman.

 

 

 

 

Ekosistem Lingkungan Hidup

 

Istilah ekosistem pertama kali dipergunakan oleh Arthur George Transley pada tahun 1935. Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik yang kompleks antara organisme (makhluk hidup) dengan lingkungannya. Ekosistem bisa dikatakan juga suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi.

Komponen-komponen pembentuk ekosistem adalah:

  • Komponen hidup (biotik)
  • Komponen tak hidup (abiotik)

Kedua komponen tersebut berada pada suatu tempat dan berinteraksi membentuk suatu kesatuan yang teratur.

Susunan ekosistem terdiri dari 4 hal, yakni:

  1. Komponen autotrof

(Auto = sendiri dan trophikos = menyediakan makan).

Autotrof adalah organisme yang mampu menyediakan/mensintesis makanan sendiri yang berupa bahan organik dari bahan anorganik dengan bantuan energi seperti matahari dan kimia. Komponen autotrof berfungsi sebagai produsen, contohnya tumbuh-tumbuhan hijau.

b.  Komponen heterotrof

(Heteros = berbeda, trophikos = makanan).

Heterotrof merupakan organisme yang memanfaatkan bahan-bahan organik sebagai makanannya dan bahan tersebut disediakan oleh organisme lain. Yang tergolong heterotrof adalah manusia, hewan, jamur, dan mikroba.

c.   Bahan tak hidup (abiotik)

Bahan tak hidup yaitu komponen fisik dan kimia yang terdiri dari tanah, air, udara, sinar matahari. Bahan tak hidup merupakan medium atau substrat tempat berlangsungnya kehidupan, atau lingkungan tempat  hidup.

d.   Pengurai (dekomposer)

Pengurai adalah organisme heterotrof yang menguraikan bahan organik yang berasal dari organisme mati (bahan organik kompleks). Organisme pengurai menyerap sebagian hasil penguraian tersebut dan bahan-bahan yang sederhana yang dapat digunakan kembali oleh  produsen. Termasuk pengurai ini adalah bakteri dan jamur

Berdasarkan sejarah terbentuknya, ekosistem dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:

  1. Ekosistem Alami, yaitu ekosistem yang terbentuk secara alami, tanpa adanya pengaruh atau campur tangan manusia. Misalnya, ekosistem gurun pasir, ekosistem hutan tropis, dan ekosistem hutan gugur. Setiap ekosistem mempunyai ciri khas. Ciri itu sangat ditentukan oleh faktor suhu, curah hujan, iklim, dan lain-lain.
  2. Ekosistem Buatan, yaitu ekosistem yang sengaja dibuat oleh manusia. Misalnya, kolam, waduk, sawah, ladang, dan tanam. Pada umumnya, ekosistem buatan mempunyai komponen biotik sesuai dengan yang diinginkan pembuatnya. Pada ekosistem sawah, komponen biotik yang banyak, yaitu padi dan kacang.
  3. Ekosistem Suksesi, yaitu ekosistem yang merupakan hasil suksesi lingkungan yang sebelumnya didahului oleh kerusakan. Pada lingkungan demikian, jenis tumbuhan yang berkembang ditentukan oleh jenis organisme yang hidup di sekitarnya.

 

 

 

Ekologi Lingkungan Hidup


Ekologi adalah bidang studi yang mempelajari hubungan antara organisme dengan lingkungan kimia dan fisik. Istilah Ekologi dicipta oleh pakar biologi Jerman pada tahun 1866 Ernst Haeckel dari kata Yunani yakni Oikos yang berarti rumah tangga atau tempat untuk hidup (“habitat”), dan  Logos yang berarti ilmu atau studi, jadi ekologi berarti ilmu tentang rumah tangga makhluk hidup.

Pembahasan ekologi tidak lepas dari pembahasan ekosistem dengan berbagai komponen pe-nyusunnya, yaitu faktor abiotik dan biotik. Faktor abiotik antara lain suhu, air, kelembapan, cahaya, dan topografi. Dan juga faktor biotik adalah makhluk hidup yang terdiri dari manusia, hewan, tumbuhan, dan mikroba.

Ekologi juga berhubungan erat dengan tingkatan-tingkatan organisasi makhluk hidup, yaitu populasi, komunitas, dan ekosistem yang saling mempengaruhi dan merupakan suatu sistem yang menunjukkan kesatuan.

Ilmu ekologi meliputi berbagai bidang kajian, seperti:

  • Bidang kajian ekologi manusia, yaitu suatu studi tentang interaksi antara aktivitas manusia dan kondisi alam. Kajian ini mempelajari tentang bagaimana manusia mampu beradaptasi dengan lingkungan-nya. Hal ini dapat ditelusuri sejak permulaan garis perkembangan kehidupan manusia (homini ) yang telah berumur 1,5 juta tahun. Ekologi manusia meliputi banyak cabang, seperti ekologi kesehatan yang mempelajari penyakit seperti epidemi yang timbul dari lingkungan manusia.
  • Bidang kajian ekologi sosial, yaitu suatu studi terhadap relasi sosial yang berada di tempat tertentu dan dalam waktu tertentu dan yang terjadinya oleh tenaga-tenaga lingkungan yang bersifat selektif dan distributif. Ekologi sosial meliputi ekologi antropologis dan ekologi sosiologis. Keduanya mempelajari hubungan antara penduduk lingkungan alam, teknologi dan masyarakat. Bedanya ialah antropologi mempelajari bentuk-bentuk dan ciri-ciri manusia, sedangkan sosiologi mempelajari hubungan manusia dengan sesamanya dalam bermasyarakat dan berorganisasi.
  • Bidang kajian ekologi kebudayaan, yaitu suatu studi tentang hubungan timbal-balik antara variabel habitat yang paling relevan dengan inti kebudayaan.
  • Bidang kajian ekologi fisis, yaitu suatu studi tentang lingkungan hidup dan sumber-daya alamnya.
  • Bidang kajian ekologi biologis, yaitu suatu studi tentang hubungan timbal-balik antara makhluk hidup, terutama hewan dan tumbuh-tumbuhan, dan lingkungannya.

Selain hal itu, dikenal pula kajian ekologi lainnya, yaitu ekologi perkotaan (urban ecology), ekologi pedesaan (rural ecology) dan masih banyak lagi.

Sumber : Materi Hukum kuliah Bapak Eko Sabar Prihatin.

 

 

 

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s