Menjamurnya Kasus Cukai di Pengadilan Pajak

Posted: Juni 20, 2011 in essai

Pengadilan pajak yang dimana seringkali dan kebanyakan menangani kasus pajak dimana badan peradilan ini yang melaksanakan kekuasaan kehakiman di Indonesia bagi wajib pajak atau penanggung pajak yang mencari keadilan terhadap sengketa pajak. Dari banyaknya kasus di pengadilan  pajak di antaranya adalah kasus cukai yang banyak mendominasi dari pada kasus sengketa pajak. Kasus cukai merupakan kasus classic yang menjadi permasalahan di negeri kita ini, total perkara kasus cukai melonjak signifikan di pengadilan pajak.

Cukai merupakan salah satu penyumbang APBN di Negara kita, cukai dipungut  oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Departemen keuangan Republik Indonesia. Barang kena cukai meliputi :

 

1.     etil alkohol atau etanol, dengan tidak mengindahkan bahan yang digunakan dan proses pembuatannya

2.     minuman yang mengandung etil alkohol dalam kadar berapa pun, dengan tidak mengindahkan bahan yang digunakan dan proses pembuatannya, termasuk konsentrat yang mengandung etil alkohol

3.     hasil tembakau, yang meliputi sigaret, cerutu, rokok daun, tembakau iris, dan hasil pengolahan tembakau lainnya, dengan tidak mengindahkan digunakan atau tidak bahan pengganti atau bahan pembantu dalam pembuatannya.

 

Dalam pengaplikasiannya di berlakukan UU No.39 tahun 2007 tentang cukai, yang merupakan perubahan dari UU No.1 tahun 1995 tentang cukai.

Tentu saja banyak pihak-pihak yang mengambil keuntungan dari barang-barang kena cukai tersebut, yang mengakibatkan kerugian besar bagi Negara, sepertinya banyaknya pengusaha yang memakai pita cukai palsu yang serupa dengan asli. Meskipun mendominasinya kasus cukai, tentu juga pengadilan pajak mendapat kasus dari ditjen pajak dan pemerintah daerah. Perkara kepabeanan dan cukai dari ditjen bead an cukai mencapai 4588 kasus. Yang masih sangat jauh dari harapan terselesaikan. Dalam beberapa tahun belakangan kasus pajak terus meningkat dan kasus bead an cukai termasuk didalamnya, yakni sebagai berikut :

 

– 2009 total 7.462 perkara, Bea Cukai sebanyak 4.461 perkara, pajak 2.993 perkara, dan pajak daerah 8 perkara.

– 2008 total 6.428 perkara, Bea Cukai sebanyak 3.220 perkara, pajak 3.151 perkara, dan pajak daerah 57 perkara.

– 2007 total 4.842 perkara, Bea Cukai sebanyak 1.490 perkara, pajak 3.340 perkara, dan pajak daerah 12 perkara.

– 2006 total 3.317 perkara, Bea Cukai sebanyak 852 perkara, pajak 2.456 perkara, dan pajak daerah 9 perkara.

 

Dari data di atas memang tugas hakim di pengadilan pajak begitu sulit, apa lagi dengan jumlah hakim yang hanya 48 hakim, maka perlu ada pembenahan terurtama dari hukuman dan penegaknya . jangan sampai sang penegak hukum yang harusnya menyelesaikan kasus tersebut malah terjerat. Jangan sampai para mafia bea cukai, dapat melanglangbuana menggerogoti dan mengambil keuntungan dari cukai.

–         Kasus bea cukai merupakan salah satu contoh kasus konkret korupsi di Negara kita ini yg mesti di berantas.

–         Di butuhkan pemimpin yang tegas, adil, jujur, dan berakhlak dalam penanganan kasus cukai, terutama para aparat yang terkait, mulai dari hakim di pengadilan sampai para pejabat yang bekerja di instansi terkait.

–         Sistem operasional harus segera di benahi dengan menghukum para aparat yang terkait dengan hukuman yang berat.

 

Oleh : Muhammad Taufiq

Perangkat Muda Baru Departemen Kebijakan Publik BEM FH UNDIP

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s