Kesejahteraan Buruh Yang Masih Dipertanyakan

Posted: Juni 20, 2011 in essai

1 Mei diperingati sebagai hari buruh sedunia. Di Indonesia hari buruh biasanya diisi oleh serangkaian aksi unjuk rasa (demonstrasi) dan tak sedikit pula terjadi bentrokan dilapangan dengan para aparat pemerintahan. Sesungguhnya jika dikaji kembali, tak banyak yang dituntut oleh kaum buruh disetiap tanggal 1 Mei, yakni penghapusan system outsourcing , perbaikan upah, hingga pengesahan UU Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial yang berujung pada perbaikan kualitas hidup buruh.

Outsourcing dikritik karena tidak memberikan kepastian dalam bekerja. Padahal, kepastian dalam bekerja itu bisa ikut mendorong peningkatan produktivitas pekerja. Sistem kerja outsourcing menempatkan buruh pada posisi selalu tidak aman dan dalam posisi yang lemah. Sejak lima tahun lalu tuntutan ribuan buruh mengenai penghapusan kontrak kerja (out sourching) belum juga terwujud hingga kini, saat ini tuntutan itu muncul lagi sebagai tema central, namun pihak pemerintah belum juga mengabulkannya.

Sangat ironis sekali melihat realita yang terjadi antara buruh dan birokrasi. Padahal kalau kita melihat bahwa kalangan industri sangat diuntungkan upah buruh Indonesia yang bisa dibilang sangat murah sekali dibandingkan dengan Negara-negara berkembang lainya. Dengan upah buruh yang relative rendah tersebut dan produktivitas buruh yang sedemikian tinggi, buruh mampu memberikan keuntungan yang besar bagi kalangan dunia usaha atau pengusaha. Hal ini bisa dilihat dari nilai tambah rata-rata setiap pekerja per tahun pada industri pangan sebesar 9,3 juta, indusri sandang 6,9 juta dan industri barang capital 16,7 juta atau sebanyak 10,5 juta untuk semua industri. Itu terjadi pada tahun 1997. Angka ini menunjukkan bahwa industri memungkinkan untuk memperbaiki upah buruh bahkan memberi upah yang tinggi.

Disamping itu terdapat ketimpangan yang sangat mencolok antara upah yang diterima pekerja dengan keuntungan yang diperoleh pengusaha melalui peningkatan produktifitas buruh. Namun kenyataan berbicara lain, tuntutan normative buruh yang menginginkan perbaiakan kesejahteraan dengan cara peningkatan upah seringkali tidak mendapat respon yang memadai dari pihak-pihak yang seharusnya bertanggung jawab. Pemerintah sebagai pihak yang seharusnya melindungi hak-hak buruh dengan aturan-aturan yang dibuatnya, seringkali atau bahkan tidak memainkan peranannya untuk membela hak-hak buruh. Justru yang terjadi sebaliknya, pemerintah malah menurunkan standart upah minimum buruh dibawah standart yang layak. Setali tiga uang dengan pemerintah, pengusaha sebagai golongan yang mengeksploitasi tenaga buruh juga tidak menampakkan taringnya. Padahal dengan naiknya upah buruh juga akan menyebabkan naiknya daya beli masyarakat secara umum. Uang dari buruh akhirnya kembali ke tangan para pengusaha melalui berbagai transaksi yang dilakukan oleh buruh dan keluarganya yang pada gilirannya akan memberikan kontribusi yang positif pada pertumbuhan ekonomi.

Perbaikan kualitas hidup buruh merupakan perwujudan dari hak ekonomi, sosial, dan budaya yang mencakup hak atas jaminan sosial, hak untuk bekerja dengan upah layak, dan hak atas standar kehidupan yang memadai. Pertanyaannya apakah hak ekosob itu sudah dipenuhi dilapangan, ketika kaum buruh harus menjadi korban? UU Sistem Jaminan Sosial Nasional yang seharusnya sudah dibentuk 10 oktober 2009 masih jadi perdebatan antara pemerintah dan DPR. Mengapa amanat undang-undang harus dihambat?

Momentum peringatan Hari Buruh seyogianya dipakai untuk memperkuat saling pengertian antara pengusaha, buruh, dan pemerintah. Sikap kurang saling pengertian antara buruh, pengusaha, dan pemerintah jelas tidak menguntungkan pihak manapun. Semangat mencari solusi terbaik dan pelaksanaan yang realistis amat dibutuhkan demi mewujudkan hak kesejahteraan hidup yang lebih memadai.

 

Oleh : Suryaning Fitri Rachmawati

Perangkat Muda Baru Departemen Kebijakan Publik BEM FH UNDIP 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s