Risiko dalam asuransi

Posted: Juni 6, 2011 in kuliah
Tag:

Risiko adalah rasa tidak aman yan melekat pada subjek atas kemungkinan menderita kerugian yang bersifat ekonomis karena terjadinya peristiwa yang belum pasti. Risiko dapat meliputi bayak hal, terdapat juga risiko alamiah andaikan kematian maupun bencana alam sehingga tidak ada yang bisa mencegah. Semakin besar barang maka akan semakin besar juga risiko yang terjadi.

Dari konsep tadi risiko berguna untuk mengantisipasi masa depan dan salah satu upaya memanage risiko. Terdapat beberapa metode mengatasi risiko :

  1. Menerima risiko tersebut.
  2. Dihadapi Risiko tadi dengan dengan cara menabung.
  3. Risiko tersebut dialihkan kepada pihak kedua atau pihak lain.

(dari pihak I yang terkena risko kepada pihak lain sebagai yang menerima pelimpahan risiko tadi memberikan proteksi berupa ganti rugi sedangkan pemilik risiko memberikan premi. Dalam hal ini muncullah asuransi yang timbul dimana baru akan muncul sesuai dengan perjanjian yang telah dijanjikan)

Adanya pengalihan dari pihak pertama dan pihak kedua melakukan perjanjian disebut perjanjian asuransi. Pihak pertama ini bisa individu, korporasi, maupun masyarakat nanti bisa membicarakan asuransi sosial. Pihak kedua dahulu disebut lembaga asuransi sekarang berkemban menjadi perusahaan asuransi, perusahaan asuransi ini dilakkan oleh BUMN maupun perusahaan swasta terdapat juga prinsip syariah maupun tidak.

Sumber hukum asuransi di Indonesia ada dua yang pertama kodifikasi KUHD dan KUH Perdata dan yang kedua diluar kodifikasi dapat dilihat dari UU Perasuransian. Didalam perjanjian harus melihat perjanjian antara tertanggung dan penanggung yang disebut polis. Dalam aspek publik yakni mengatur bisnis asuransi seangkan yang private yakni mengatur pada diri sendirinya.

Terdapat beberapa hal dalam mengelompokkan asuransi yakni perjanjian asuransi kerugian, perjanjian asuransi jumlah, perjanjian asuransi campuran (kerugian dan jumlah).

  1. Perjanjian Asuransi Kerugian

Ganti rugi akan dibayar sesuai dengan ganti rugi riil, tidak ada yang diatas dengan ganti rugi riil (jumlahnya belum diperjanjikan tetapi tergantung dengan keadaan). Dalam hal ini terdapat asas endensitas (asas keseimbangan) contohnya adalah kebakaran rumah yang mendapat ganti rugi sesuai akibat yang ditimbulkan.

  1. Perjanjian Asuransi Jumlah Uang

Prinsipnya sesuai dengan yang telah diperjanjikan dalam hal ini dalam menentukan nilai tidak sama karena nyawa seseorang dihitung dengan economie value berbeda hal ini disebabkan setiap orang memiliki aset kekayaan yang berbeda-beda. Contohnya asuransi jiwa dimana pada asuransi jiwa jumlah tetentu telah diperjanjikan misalnya seseorang mengasuransikan dirinya 100 juta dalam waktu 10 tahun.

  1. Perjanjian Asuransi Campuran (Kekurangan dan jumlah uang)

Terdapat unsur kerugian tetapi juga ada jumlah yang diterapkan diawal, biasanya diterapkan pada asuransi sakit. Sejak awal jumlah ganti ruginya telah ditentukan sesuai dengan sakitnya.

Di Amerika Serikat asuransi dikelompokkan dalam 2 hal yakni Voluntary Insurance dan Social Insurance. Voluntary Insurance maksudnya pengalihan asuransi bisa beralih secara sukarela contohnya barang atau aset. Social Insurance maksudnya wajib mengasuransikan diri contohnya asuransi pada hari tua.

Menurut Prof. DR. Sri Redjeki Hartono pengelompokan asuransi terbagi dua yakni :

  1. Asuransi Komersil yang bisa dilakukan oleh BUMN.
  2. Asuransi sosial yang sifatnya wajib yang seharusnya dilakukan oleh BUMN.

Apabila seseorang ingin mengklaim polis maka ada syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi. Hubungan tertanggung dan penanggung adalah privat dimana terdapat dalam perjanjian asuransi. Diatasnya terdapat UU Asuransi yang merupakan ranah publik. Dimana hukum asuransi merupakan bagian dai hukum ekonomi. Tertanggung sebagai masyarakat yang merupakan konsumen dan publik harus dilindungi oleh undang-undang asuransi dan akan membicarakan aspek privatnya dengan objek yang Risikonya bervariasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s