ASURANSI SEBAGAI SUATU LEMBAGA

Posted: Juni 6, 2011 in kuliah
Tag:,

ASURANSI SEBAGAI SUATU LEMBAGA

Kehidupan dan kegiatan manusia pada hakikatnya mengandung berbagai hal yg menunjukan sifat hakiki dari kehidupan itu sendiri. Sifat hakiki yg dimaksud disni adalah suatu sifat tidak kekal yg selalu meyrtai kehidupan dan kegiatan manusia pada umumnya, baik ia sebagai pribadi, maupun ia dalam kelompok masyarakat dalam melaksnakan kegiatannya.

Keadaan yg yg tidak kekal yg merupaka sifat alamiah tersebut mengakibatkan adanya suatu keadaan yg tidak dapat diramalkan lebih dahulu secara tepat, sehinngga dengan demikian keadaan termaksud tidak akan pernah memberikan raa pasti. Karena tidak adanya suatu kepastian, tentu saja akhirnya sampai pada suatu keadaan yg tidak pasti pula. Keadaan tidak pasti terhadap setiap kemungkinan yg dapat terjadi baik dalam bentuk atau peristiwa yg belum tertentu menimbulkan rasa ttidak aman yg lazim disebut sebagai risiko.

Upaya untuk mengatasi sifat alamiah yg berwujud sebagai suatu keadaan yg tidak pasti tadi, antara lain dilakukan oleh manusia dengan cara menghindari, atau melimpahkan kepada pihak-pihak lain di luar dirinya sendiri. Upaya manusia untuk mengurangi menghindarkan risikp engan cara melimpahkan nya kepada pihak lain beserta proses pertumbunhannya. Usaha-m usah terebut itulah yg merupakan embrio atau cikal bakal perasuransian yg dikelola sebagai kegiatan ekonomi yg rumit sampai saat ini.

RISIKO DAN ASURANSI

Risiko merupakan suatu yg tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Diamping itu tidak ada seorangpun yg dapat bebas dari risiko. Meskipun demikian, sudah barang tentu seseorang atau beberapa orang lebih terbuka atas kemungkina terhadap satu atau bebrapa jenis risiko dibandingkan dari satu atau beberapa orang lain.

Dikatakn diatas tadi bahwa asuransi merupakan lembaga untuk mengurangi kerugian dan peralihan risiko kepada pihak lain. Mengurang kerugian dalam asuransi berarti bahwa kerugian yg muncul din kemudian hari ditanggung oleh pihak lain (penanggung) yg terikat dengan perjanjian asuransi.

JENIS-JENIS RISIKO

Prof. Emmy Pangaribuan Simanjuntak,  menyimpulkan sebagai berikut :

  1. a. Fundamental Risk : risiko fundamental adalah risiko yg menyangku banyak orang atau                                                 masyarakat luas, antara lain gempa bumi ( bencana alam )

b. Particular Ris : risiko khusus, iiadalah risiko yg dihadapi orang perseorangan secara individual, antara lain kebakaran. Pencurian.

  1. a. dynamic risk : risiko ini tyerjadi karena perbahaan keaddaan ekonomi antara lain perubahan harga , situasi moneter
  2. static risk : risiko ini muncul dalam keadaan ekonomi static. Kebakan, gempa bumi, banjir.
  3. a. risiko perorangan/pribadi (personal risk), risiko yg dihadapi orang-orang perseorangan

b. risiko harta kekayaan (property risk), risiko yg berhubungan dengan pemilikan harta kekayaan.

c. risiko tanggung jawab ( liability risk), risiko yg muncul karena tanggung jawab hukum.

PENGATURAN ASURANSI

  • KUHPerdata
  • KUHD (Ps. 246 s/d 308)
  • UU Nomor 2 Th 1992 tentang Usaha Perasuransian
  • Keppres RI No. 40 Th ttg Usaha di Bidang Asuransi Kerugian
  • Keputusan Menteri Keuangan RI No. 1249/KMK.013/1988 ttg Ketentuan & Tata Cara Pelaksanaaan Usaha di Bidang Asuransi Kerugian
  • KMK RI No. 1250/KMK.013/1988 ttg Usaha Asuransi Jiwa.

Pengertian Asuransi

Pasal 246 KUHD: Asuransi atau pertanggungan adalah suatu perjanjian, dengan mana seorang penanggung mengikatkan diri kepada seorang tertanggung, dengan menerima suatu premi, untuk memberikan penggantian kepadanya karena suatu kerugian, kerusakan, atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, yang mungkin akan dideritanya karena suatu peristiwa yang tak tertentu. Asuransi (pertanggungan) adalah perjanjian dua pihak, dengan nama pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung, dengan menerima premi asuransi, utk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yg diharapkan, atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung, yang timbul dari suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan (Ps 1 UU No. 2/1992).

Tiga hal dlm Asuransi :

  1. Penanggung: pihak yang berjanji membayar jika peristiwa pada unsur ke tiga terlaksana.
  2. Tertanggung: pihak yang berjanji membayar uang kepada pihak penanggung.
  3. Suatu peristiwa belum tentu akan terjadi (evenement)

Unsur-unsur Psl 246 KUHD :

  1. Adanya kepentingan (Psl 250 jo 268 KUHD)
  2. Adanya peristiwa tak tentu
  3. Adanya kerugian

Perbedaan Asuransi dg Perjudian :

  1. Thd perjudian/pertaruhan UU tdk memberikan akibat hukum. Dari perjudian yg timbul adlh naturlijke verbintenis, sdgkan dari asuransi timbul suatu perikatan sempurna.
  2. Kepentingan dalam asuransi adalah karena adanya peristiwa tak tentu itu utk tdk terjadi, di luar/sebelum ditutup perjanjian. Sdgkan perjudian kepentingan atas peristiwa tdk tentu itu baru ada pd kedua belah pihak dengan diadakannya perjudian/perj pertaruhan.

Syarat Syahnya Perj. Asuransi :

  • Diatur dalam Psl 1320 KUHPdt
  • Ditambah ketentuan Psl 251 KUHD ttg pemberitahuan (notification), ykni tertanggung wajib memberitahukan kpd penanggung mengenai keadaan obyek asuransi. Apabila lalai maka pertanggungan menjdi batal.

Saat terjadinya Perj. Asuransi :

  • Asuransi bersifat konsensual-perjanjian harus dibuat tertulis dlam suatu akta yg disebut Polis (Psl 255 ayat (1) jo 258 (1) KUHD)
  • Pembuktian adanya kata sepakat – polis belum ada pembuktian dilakukan dg sgl catatan, nota, surat perhitungan, telegram
  • Pembuktian janji-janji dan syarat-syarat khusus– harus tertulis dalam polis, jika janji-janji/syarat2 khusus tidak tercantum dlm polis maka janji2 tsb diaggap tdk ada (batal).

Polis sebagai Bukti Tertulis :

  • Isi Polis (kecuali asuransi jiwa)/Psl 256 KUHD:
  • Hari pembuatan perjanjian asuransi
  • Nama tertanggung, utk diri sendiri atau utk org ketiga.
  • Uraian yg jelas mengenai benda obyek asuransi
  • Jumlah yg dipertanggungkan.
  • Bahaya2 yg ditanggung oleh penanggung.
  • Saat bahaya mulai berjalan & berakhir yg menjadi tanggungan penanggung.
  • Premi asuransi
  • Umumnya semua keadaan yg perlu diketahui oleh penanggung & segala syarat yg diperjanjikan antara pihak-pihak.
  • Dlm polis juga hrs dicantumkan isi polis dr berbagai asuransi yg diadakan lebih dahulu (sebelumnya), dg ancaman batal jika tidak dicantumkan (Psl 271, 272, 280, 603, 606, 615 KUHD).

Objek asuransi itu Benda dan jasa, jiwa dan raga kesehatan manusia, tanggung jawab hukum, serta semua kepentingan yang dapat hilang, rusak, rugi dan atau berkurang nilainya.

Pembagian Jenis Asuransi:

  1. Asuransi Kerugian
  2. Asuransi Jumlah (sejumlah uang)
  3. Asuransi Campuran

Jenis Asuransi Menurut Psl 247 KUHD antara lain:

  1. Asuransi thd bahaya kebakaran.
  2. Asuransi thd bahaya yg mengancam hasil pertanian yg belum dipaneni.
  3. Asuransi jiwa.
  4. Asuransi thd bahaya di laut.
  5. Asuransi pengangkutan darat & perairan darat.

Prinsip-Prinsip dlm Asuransi:

  1. Prinsip Kepentingan yg dapat diasuransikan (insurable interest) : hak subyektif yg mungkin akan lenyap atau berkurang krn peristiwa tdk tentu.
  2. Prinsip Itikad Baik (Utmost Goodfaith)
  3. Prinsip Keseimbangan (Idemniteit Principle)
  4. Prinsip Subrograsi (Subrogration Principle)
  5. Prinsip Sebab akibat (Causaliteit Principle)
  6. Prinsip Kontribusi
  7. Prinsip Follow the Fortunes, berlaku bg re-asuransi.

Jenis Usaha Perasuransian:

  1. Usaha Asuransi Kerugian, jasa dlm penanggulangan risisko atas kerugian, kehilangan manfaat, dan tanggung jawab hk kpd pihak ketiga, yg timbul dr peristiwa tdk pasti.
  2. Usaha Asuransi Jiwa, jasa dalam penanggulangan risiko yg dikaitkan dg hidup/matinya seseorang yg dipertanggungkan.
  3. Usaha Reasuransi yg memberikan jasa dalam pertanggungan ulang thd risiko yg dihadapi oleh Perusahaan Asuransi Kerugian dan Perusahaan Asuransi Jiwa.

Kepemilikan Perusahaan Perasuransian

Perusahaan Asuransi hanya dapat didirikan oleh:

  1. WNI dan atau badan hukum Indonesia yg sepenuhnya dimiliki WNI dan atau BH Indonesia.
  1. Perusahaan perasuransian yg pemiliknya sbgmn angka 1 di atas, dg perusahaan perasuransian yg tunduk pd hk asing

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s