KPK Perwakilan

Posted: Maret 22, 2011 in essai
Tag:,

KPK Perwakilan

Oleh : Sigit Hery Kurniawan*

Target mendirikan 18 pengadilan tipikor di 18 provinsi oleh Pemerintah pada akhir tahun ini seperti menunjukkan keseriusan pemerintah dalam pemberantasan kasus korupsi yang ada di daerah-daerah yang kurang mendapat perhatian dari pemerintahan, Pemerintahan sepertinya lebih fokus terhadap pemberantasan korupsi yang ada di Ibukota dan instansi pemerintahan.

Tetapi bila dilihat dari pengadilan tipikor yang telah didirikan di 3 provinsi di Indonesia, keputusan-keputusan yang dijatuhkan oleh pengadilan Tipikor dianggap sangat kecil sekali bagi seorang koruptor. Namun kita harus tetap optimis terhadap pembentukan pengadilan tipikor ini, dan sangat di harapkan dengan keberadaan pengadilan tipikor ini akan menjadi tempat bagi penghakiman koruptor-koruptor yang telah terbukti bersalah .

Selain dari pendirian 18 pengadilan tipikor ini, dalam pemberantasan korupsi yang ada di daerah-daerah di harapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bisa bekerja lebih keras, sehingga kasus-kasus korupsi ini bisa dihilangkan dari Indonesia ini . tapi bila kita lihat pada saat ini sepertinya tidak dimungkinkan untuk KPK melakukan penyidikan terhadap kasus-kasus korupsi yang ada di daerah-daerah karena di dalam tubuh KPK sendiri jumlah anggota itu tidak lebih dari 500 orang, sehingga bila dari ke-500 orang itu di bagi menjadi sebuah tim penyidikan kasus korupsi tidak menjadi sebuah tim yang sangat efektif.

Melihat dari raelita itu sehingga muncul sebuah gagasan pada tahun 2008-2009 untuk membentuk KPK keterwakilan di setiap daerah. Tetapi dari sebuah gagasan ini banyak muncul opini yang menyatakn pro dan kontra terhadap pendirian KPK keterwakilan di daerah tersebut .

• KPK keterwakilan merupakan sikap dari sebagian aktivis anti korupsi di daerah

• Ekspresi dari ketidakpercayaan aktivis anti korupsi terhadap aparat penegak hukum konvensional dalam penanganan kasus-kasus korupsi di daerah

• Didasarkan kepada presedan di daerah, bahwa “kehadiran” KPK di daerah dalam kasus korupsi tertentu ternyata berdampak pada perbaikan kualitas penanganan perkaranya

• Dikemukakan dengan disertai catatan-catatan, misalnya : KPK perwakilan harus bisa dijaminkan integritasnya baik secara personal maupun lembaga.

Mungkin itu sebagian pendapat yang pro terhadap terbentuknya KPK perwakilan di daerah, namun ada juga pendapat yang menyatakan kontra terhadap pendirian KPK perwakilan , antara lain :

• Ekspresi kekhawatiran akan potensi “Rivalitas yang tidak sehat” antara empat lembaga penegak hukum di daerah dengan KPK perwakilan

• Dimaknai sebagai “konfirmasi” terhadap tuduhan mengenai gagalnya aparat penegak hukum konvensional menangani kasus-kasus korupsi di daerah secara optimal

• Dibaca oleh sebagian aparat penegak hukum sebagai upaya mempermanenkan KPK, sesuatu yang menyalahi kodrat awal pembentukannya sebagai “trigger mechanism” yang hanya dibutuhkan pada situasi yang tidak normal (tidak dimaksudkan permanen).

Melihat dari pendapat mengenai pro dan kontra terhadap pembentukan ini , Dept. Kebijakan Publik mempunyai sikap :

1. Dirikanlah KPK perwakilan di tiap daerah, dengan menyinkronkan terhadap aparat penegak hukum yang ada di tiap daerah, sehingga tidak terjadi rivalitas antara lembaga penegak hukum yang ada di daerah dan KPK perwakilan yang ada di daerah.

2. Lakukan Reformasi Birokrasi di tubuh aparat penegak hukum baik yang ada di daerah maupun nasional sehingga aparat penegak hukum kembali kepada tugas utamanya yaitu sebagai penegak hukum yang berdasarkan konstitusi Negara Republik Indonesia.

3. lakukan pengawalan terhadap keputusan yang dijatuhkan oleh Pengadilan tipikor terhadap para koruptor, sehingga hasil keputusan itu memang layak dan pantas terhadap para koruptor tersebut.

Hidup mahasiswa, hidup rakyat indonesia

Departemen Kebijakan Publik

BEM FH 2011

* Kepala Departemen Kebijakan Publik BEM FH Undip 2011 (18 Maret 2011)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s