Homeschooling

Posted: Januari 17, 2011 in makalah
Tag:,

Pendidikan tidak hanya terbatas belajar di sekolah. Demikian pula sistem pendidikan tidak hanya ada dalam bentuk formal sebagaimana yang umumnya dikenal dan berkembang di masyarakat. Ada bentuk-bentuk pendidikan lain yang dikenal dan diakui dalam sistem pendidikan nasional yang berlaku di Indonesia. Sistem pendidikan nasional mengakui ada 3 jalur pendidikan yaitu pendidikan formal, non formal dan informal. Ketiga jalur pendidikan itu saling melengkapi.

Jalur pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi. Jalur pendidikan non formal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. Jalur pendidikan ini diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti penambah dan atau pelengkap pendidikan formal. Jalur pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan. Secara eksplisit Undang-undang sisdiknas mengakui eksistensi pendidikan berbasis keluarga dan lingkungan. Hasil pendidikan informal diakui sama dengan pendidikan formal dan non formal setelah peserta didik lulus ujian sesuai dengan standar nasional pendidikan.

Belakangan ini konsep belajar di rumah atau dikenal sebagai homeschooling nampaknya menjadi fenomena menarik dalam dunia pendidikan. Pasalnya sekolah formal selain dianggap kurang memberi perhatian besar kepada peserta didik juga dianggap kurang efektif dan efisien dalam rangka menjawab pemenuhan kebutuhan kecerdasan siswa didik yakni intelektual, emosional, dan spiritual.

Homeschooling berkembang dengan banyak alasan, Salah satunya pertumbuhan Homeschooling banyak dipicu oleh ketidakpuasan atas sistem pendidikan di sekolah. Keadaan pergaulan di sekolah yang tidak sehat juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan homeschooling. Disamping itu  ditengah keraguan terdapat mutu pendidikan nasional sekaligus mahalnya biaya sekolah berstandar internasional, Model pendidikan homeschooling dirasa bisa menjadi model sekolah alternatif. Selain itu, ia juga bisa menjadi solusi jitu memerdekakan pendidikan di Indonesia yang selama ini masih terbelenggu oleh sistem kekuasaan hegemonik. Misalnya gonta-gantinya kurikulum terus berlangsung sembari merubah buku ajaran dan menaikkan biaya sekolah.

Hal itu membuat tujuan utama pendidikan menjadi terlupakan. Orang tua dan siswa serta para guru lebih mengedepankan nilai di bidang kualitas pribadi dan minat siswa
homeschooling dengan konsep pendidikan berbasis rumah. Melalui pendidikan alternatif ini diharapkan bisa mencapai tujuan proses belajar mengajar yaitu kecerdasan intelektual, emosional, dan kecerdasan spiritual.

Pengertian Homeschooling

Homeschooling kadang disebut pula dengan istilah home education atau home-based learning. Secara resmi Depdiknas menggunakan istilah “sekolah rumah” atau “sekolah mandiri”. Homeschooling merupakan model pendidikan alternatif selain sekolah yang diselenggarakan oleh keluarga, yang memungkinkan anak berkembang sesuai dengan potensi diri mereka masing-masing. Homeschooling ini sendiri pertama berkembang di Amrika Serikat dan beberapa negara di Eropa. Baru kemudian menjadi tren di Indonesia tahun-tahun belakangan ini. Di sini jelas orang tua memegang perang yang amat vital dalam mengajar dan mendidik anak-anaknya.

Sebagai informasi, Ki Hajar Dewantara, Buya Hamka dan KH Agus Salim, Albert Einstein, Alexander Graham Bell, Agatha Christie, Thomas A. Edison, George Bernard Shaw, Woodrow Wilson, Mark Twain, Charlie Chaplin, Charles Dickens, Winston Churchill, bahkan Christopher Paolini adalah tokoh-tokoh besar yang lahir dari homeschooling.
Metode Homeschooling

Metode homeschooling ada tiga jenis. Pertama homeschooling tunggal, kemudian homeschooling majemuk yang terdiri dari dua keluarga, dan yang terakhir homeschooling komunitas.

1.      Homeschooling tunggal adalah homeschooling yang dilaksanakan oleh orang tua dalam suatu keluarga tanpa bergabung dengan lainnya. Dalam hal ini orang tua terjun langsung sebagai guru menangani proses belajar anaknya, jika pun ada guru yang didatangkan secara privat hanya akan membimbing dan mengarahkan minat anak dalam mata pelajaran yang disukainya. Guru tersebut bisa berasal dari lembaga-lembaga yang khusus menyelengarakan program homeschooling, contohnya adalah lembaga Asah Pena asuhan Kak Seto. Lembaga ini mempunyai tim yang namanya Badan Tutorial yang terdiri dari lulusan berbagai jenis profesi pendidikan.

2.      Homeschooling majemuk adalah homeschooling yang dilaksanakan oleh dua atau lebih keluarga untuk kegiatan tertentu sementara kegiatan pokok tetap dilaksanakan oleh orang tua masing-masing.

3.      Sementara homeschooling komunitas adalah gabungan beberapa homeschooling majemuk yang menentukan silabus, bahan belajar, kegiatan pokok (olah raga, seni dan bahasa), sarana/prasarana dan jadwal pembelajaran. Dalam hal ini beberapa keluarga memberikan kepercayaan kepada Badan Tutorial untuk memberi materi pelajaran. Badan tutorial melakukan kunjungannya ke tempat yang disediakan komunitas.

Legalitas Homeschooling

Dasar penyelenggaraan homeschooling di antaranya adalah UU No. 20 Th. 2003 tentang Sisdiknas, terutama pasal 27 yang berbunyi:

1.      Kegiatan pendidikan informal yang dilakukan oleh keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri.

2.      Hasil pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diakui sama dengan pendidikan formal dan nonformal setelah peserta didik lulus ujian sesuai dengan standar nasional pendidikan.

Penyetaraan Homeschooling

Kegiatan homeschooling perlu dilaporkan ke Dinas Pendidikan setempat agar peserta homeschooling mendapat ijazah resmi dari pemerintah. Untuk ijazah SD adalah Paket A, SMP Paket B, dan SMA Paket C. Sistem ujiannya adalah melalui ujian nasional kesetaraan.

Jika di sekolah formal ada BOS, di homeschooling ada BOP (Bantuan Operasional Pendidikan), yakni: untuk Paket A bantuan warga belajar sebesar Rp.238.000,00 + Rp.74.000,00 (modul/bahan belajar); Paket B Rp.260.000,00 + Rp.80.000,00rb; dan Paket C Rp.285.000,00 + Rp.84.000,00.

Keunggulan Homeschooling

Metode pembelajaran tematik dan konseptual serta aplikatif menjadi beberapa poin keunggulan homeschooling. Homeschooling memberi banyak keleluasaan bagi anak didik untuk menikmati proses belajar tanpa harus merasa tertekan dengan beban-beban yang terkondisi oleh target kurikulum. Setiap siswa homeschooling diberi kesempatan untuk terjun langsung mempelajari materi yang disediakan, jadi tidak melulu membahas teori. Mereka juga diajak mengevaluasi secara langsung tentang materi yang sedang di bahas. Bahkan bagi siswa yang memiliki ketertarikan di bidang tertentu, misalnya Fisika atau Ilmu alam diberi kesempatan seluas-luasnya untuk mengadakan observasi dan penelitian sesuai ketertarikan mereka.

Beberapa keunggulan lain homeschooling sebagai pendidikan alternatif, yaitu karena sistem ini menyediakan pendidikan moral atau keagamaan, lingkungan sosial dan suasana belajar yang lebih baik, menyediakan waktu belajar yang lebih fleksibel. Juga memberikan kehangatan dan proteksi dalam pembelajaran terutama bagi anak yang sakit atau cacat, menghindari penyakit sosial yang dianggap orang tua dapat terjadi di sekolah seperti tawuran, kenakalan remaja, narkoba dan pelecehan. Selain itu sistem ini juga memberikan keterampilan khusus yang menuntut pembelajaran dalam waktu yang lama seperti pertanian, seni, olahraga, dan sejenisnya, memberikan pembelajaran langsung yang kontekstual, tematik yang tidak tersekat-sekat oleh batasan ilmu.

Homeschooling juga memberikan metode pembelajaran yang lebih bebas, dimana anak didik tidak harus bersekolah dan jauh dari orang tuanya, serta bebas menggunakan sarana pembelajaran sendiri. Yang terpenting adalah dalam penanaman sikap mental belajar sehingga anak didik bisa belajar dengan cara mereka sendiri serta belajar dari siapa saja dan apa saja. Anak didik bisa belajar membuat rumah kepada tukang bangunan, belajar mengolah sawah kepada petani, belajar memerah susu kepada peternak sapi, belajar berjualan kepada pedagang, tanpa harus terikat tempat dan waktu.

Jumlah peserta didik yang terbatas membuat tutor bisa langsung fokus pada potensi masing-masing peserta didik. Sebagai contoh, jika anak didik bercita-cita jadi penyanyi atau artis, dan merasa tidak perlu mempelajari Kimia atau Fisika, di homeschooling anak didik dibebaskan tidak mengambil pelajaran tersebut, karena peserta homeschooling diarahkan mengambil bidang studi sesuai dengan bakat dan potensi mereka.

Kekurangan Homeschooling

Keunggulan dan kekurangan adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan, di mana sesuatu ada keunggulan, pasti ada juga kekurangannya, begitu juga dengan homeschooling, beberapa kekurangan harus siap dihadapi oleh anak didik yang memilih homeschooling sebagai alternatif pendidikan. Diantaranya kekurangan yang tidak bisa kita pungkiri adalah kurangnya interaksi dengan teman sebaya dari berbagai status sosial yang dapat memberikan pengalaman berharga untuk belajar hidup di masyarakat. Kemungkinan lainnya anak didik bisa terisolasi dari lingkungan sosial yang kurang menyenangkan sehingga akan kurang siap nantinya menghadapi berbagai kesalahan atau ketidakpastian.

Kurangnya interaksi juga membuat anak didik kehilangan kesempatan untuk bergabung dalam salah satu tim olahraga, dan organisasi siswa pada umumnya seperti OSIS, PMR, IRM, PASKIBRA, pramuka, tim basket, tim sepak bola dan sebagainya seperti halnya yang terdapat disekolah umum. Pastinya kamu jadi tidak bisa merasakan indah dan serunya masa-masa SMU.

Kekurangan lain adalah tidak ada kompetisi atau persaingan. Sehingga ada kemungkinan anak didik tidak bisa membandingkan sampai dimana kemampuannya dibanding anak-anak lain seusianya. Selain itu anak didik belum tentu merasa cocok jika diajar oleh orang tua sendiri, apalagi jika memang mereka tidak punya pengalaman mengajar sebelumnya. Faktor tingginya biaya homeschooling juga menjadi salah satu kekurangan, Karena dipastikan biaya yang dikeluarkan untuk memberikan pendidikan homeschooling lebih besar dibanding jika kita mengikuti pendidikan formal di sekolah umum.

Jadi, bagi yang tertarik dengan sistem pendidikan homeschooling dan memutuskan untuk melakukan homeschooling pastikan anda memperoleh informasi yang cukup serta kesiapan mental untuk menjalani metode homeschooling tersebut. Yang terpenting, apapun yang anda pilih, anda harus menjalaninya dengan sepenuh hati, karena hanya dengan itulah prestasi terbaik akan anda raih.

KESIMPULAN

Home schooling merupakan salah satu produk pendidikan informal yang diselenggarakan oleh keluarga dimana orangtua memegang peran yang penting dalam mengajar dan mendidik anak-anaknya. Program ini dapat menjadi salah satu solusi alternatif yang dapat dipilih ketika muncul ketidakpuasan atas sistem pendidikan di sekolah yang mulai mengesampingkan tujuan proses belajar mengajar yaitu kecerdasan intelektual, emosional, dan kecerdasan spiritual.

Legalitas home schooling sendiri tercantum dalam UU No. 20 Th. 2003 pasal 27 tentang Sisdiknas. Sedangkan mengenai sistim ujiannya, dengan mengikuti ujian kesetaraan yang menghasilkan ijasah Paket A untuk SD, paket B untuk SMP dan Paket C untuk SMA.

Program ini memberikan pengarahan pada peserta didik untuk mencapai cita-cita yang ingin dicapai dengan fleksibilitas waktu belajar, dan keleluasaan memilih bidang study yang akan dipelajari oleh peserta didik, serta keleluasaan untuk terjun langsung dalam mendalami bidang yang dipilih.

Namun terlepas dari semua kelebihannya, program ini memiliki beberapa kekurangan dari segi proses bergaul dengan teman sebaya peserta didik dan tidak dapat merasakan pengalaman beroganisasi. Juga biaya home schooling yang cukup menguras kantong, membuat para orang tua yang berminat pada program ini harus mengerti benar prosedurnya.

SARAN

Segala tentang home schooling sebagaimana diutarakan. Untuk itu, dengan mempertimbangkan kekurangan dan kelebihan yang ada pada program Home schooling ini, diharapkan para orang tua yang berminat untuk mengikutsertakan buah hatinya dalam program ini sudah benar-benar mengerti prosedur yang benar, sebagai bentuk antisipasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s